Penanganan Gangguan Identitas Diri Melalui Terapi Menulis Ekspresif Pada Narapidana di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang

Authors

  • Sawi Sujarwo Universitas Bina Darma, Indonesia Author
  • Syarifah Zakiyah Universitas Bina Darma, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.59837/mrg26f93

Keywords:

Terapi Menulis Ekspresif, Gangguan Identitas Diri, Lapas Kelas II A Palembang

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan terapi menulis ekspresif pada narapidana di lapas perempuan kelas II A palembang. Metode yang digunakan yaitu menggunakan terapi menulis ekspresif, yaitu suatu pendekatan yang memanfaatkan aktivitas menulis untuk membantu narapidana menggali perasaan terdalam, serta memfasilitasi proses penerimaan dan pemaknaan terhadap pengalaman hidup yang telah mereka alami. Hasil Pengabdian Masyarakat diperoleh memberikan dampak yang signifikan terhadap gangguan identitas diri yang dialami oleh narapidana perempuan. Melalui empat pertemuan terapi, subjek dapat mengungkapkan perasaan mereka terkait pengalaman hidup dan trauma yang dialami, khususnya dalam konteks perasaan kehilangan jati diri, kebingungan identitas, dan pandangan negatif terhadap diri mereka.

References

Amalia, L., & Hafsi, A. R. (2019). Menulis Buku Harian Sebagai Terapi Komunikasi Karakteristik Introvert Pada Siswa Sekolah Dasar. Elementary School Journal PGSD FIP UNIMED, 9(4), 300.

Baikie, K. A., & Wilhelm, K. (2005). Emotional and physical health benefits of expressive writing. Advances in Psychiatric Treatment, 11(5), 338–346.

Diana Rahmasari, D. (2020). Self Healing: Panduan Praktis Melakukan Penyembuhan Diri Untuk Mengelola Stres Sehari-Hari.

Goffman, E. (2022). Stigma: Notes on the management of spoiled identity. Penguin Books.

Hoult, L., Smith, M. A., Wetherell, M., & Edginton, T. (2024). Positive expressive writing interventions, subjective health and wellbeing in non-clinical populations: A systematic review. PsyArXiv. https://doi.org/10.31234/osf.io/dsm89

Hytten, K., & Bettez, S. C. (2011). Understanding Education for Social Justice.

Jannah, M. (2014). Gambaran Identitas Diri Remaja Akhir Wanita yang Memiliki Fanatisme K-Pop di Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1).

Kurniawati, D. A. (2015). Stigma Sebagai Suatu Ketidakadilan Pada Mantan Narapidana Perempuan Di Masyarakat Surabaya.

Marcia, J. E. (1966). Development and validation of ego-identity status. Journal of Personality and Social Psychology, 3(5), 551–558. https://doi.org/10.1037/h0023281

Nurmawati, Widodo, hafira F., Putri, S. A., Kamila, L. A., & Diena, A. (2025). Faktor Perilaku Krisis Identitas Kalangan Remaja. 1.

Pennebaker, J. W. (1997). Opening up: The healing power of expressing emotions, Rev. Ed. (pp. xii, 249). Guilford Press.

Pennebaker, J. W., & Evans, J. F. (2014). Expressive Writing: Words that Heal. Idyll Arbor, Incorporated. https://books.google.co.id/books?id=yxHOngEACAAJ

Putri, M., Fitri, W., & Elvina, S. N. (2023). Pengaruh Media Sosial Terhadap Identitas Diri Remaja. 14, 75–83.

Susanti, R. (2013). Pengaruh Expressive Writing Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Berbicara Di Muka Umum Pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi, 9.

Wahyuningtyas, A., & Setiowati, E. A. (2020). Menulis Ekspresif untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa. 2.

Downloads

Published

2026-02-13

Issue

Section

Articles

How to Cite

Penanganan Gangguan Identitas Diri Melalui Terapi Menulis Ekspresif Pada Narapidana di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang. (2026). Jurnal Pengabdian Sosial, 3(4), 476-481. https://doi.org/10.59837/mrg26f93