Pengelolaan Produksi Film Berbasis Pengabdian Masyarakat: Analisis Komunikasi Kolaboratif Produser dalam Produksi Film Kampia Siriah
DOI:
https://doi.org/10.59837/q5r3xw28Keywords:
Komunikasi Kolaboratif, Produksi Film, Pengabdian Kepada Masyarakat, Industri Kreatif, ProduserAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi kolaboratif yang dibangun oleh produser dalam pengelolaan produksi film berbasis komunitas. Produksi film Kampia Siriah dijadikan sebagai ruang praktik yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan karya audio visual, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan transfer pengetahuan dalam industri kreatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktik partisipatif dengan mengacu pada model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) untuk memahami proses komunikasi sebagai mekanisme pembentukan pengetahuan dalam tim produksi. Kegiatan dilaksanakan melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi yang melibatkan berbagai divisi kerja dengan dinamika koordinasi yang kompleks. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa komunikasi kolaboratif berperan penting dalam menjaga efektivitas koordinasi tim, mempercepat pengambilan keputusan, serta meminimalisasi konflik kerja dalam situasi produksi yang dinamis. Penggunaan perangkat komunikasi seperti call sheet dan master breakdown, serta interaksi interpersonal yang terbuka, terbukti mampu menyatukan pemahaman antar anggota tim.Selain menghasilkan raw footage sebagai luaran utama, kegiatan ini juga memberikan dampak signifikan dalam penguatan kapasitas tim, khususnya dalam aspek komunikasi, kerja kolaboratif, dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, komunikasi kolaboratif memiliki potensi sebagai model pengabdian yang efektif dalam pengembangan industri kreatif berbasis komunitas.
References
Anisyahrini, R., & Bajari, A. (2019). Strategi komunikasi pemasaran pengelola clothing line di Instagram. Profesi Humas, 3(2). https://doi.org/10.24198/prh.v3i2.18920
Banks, M., & Deuze, M. (2020). Creative labour and the production of culture. International Journal of Cultural Policy, 26(1), 1–15.
Comunian, R., & England, L. (2020). Creative clusters and skills development. Creative Industries Journal, 13(1), 1–15.
Cunningham, S., & Craig, D. (2019). Social media entertainment. NYU Press. Deuze, M. (2007). Media work. Polity Press.
Hesmondhalgh, D. (2019). The cultural industries (4th ed.). Sage.
Hidayat, D., & Prasetyo, B. (2020). Komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja tim media. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(1).
Kuswarno, E. (2001). Efektivitas komunikasi organisasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 2(1).
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of human communication (10th ed.). Waveland Press.
Lobato, R. (2019). Netflix nations. NYU Press.
Nur’afifah, A. A., Anwar, R. K., & Khadijah, U. L. S. (2024). Transfer pengetahuan pada industri kreatif di The Hallway Space Pasar Kosambi. Jurnal Educatio, 10(4), 1407–1414. https://doi.org/10.31949/educatio.v10i4.10189
O’Donnell, P. (2020). Collaboration in creative industries. Media International Australia, 175(1), 75–88.
Rahmawati, L. (2021). Komunikasi partisipatif dalam pemberdayaan komunitas kreatif. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(2).
Sari, D. P. (2020). Komunikasi kolaboratif dalam tim produksi media kreatif. Jurnal Komunikasi, 12(2).
Wasko, J. (2003). How Hollywood works. Sage Publications.
Wibowo, A. (2022). Pengembangan industri kreatif berbasis komunitas. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fajar Indayani, Dian Marsyah Fabianti, Ginna Syofany, Khairunnisa Khairunnisa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









