Implementasi Whistleblowing System (WBS) Sebagai Upaya Pencegahan Korupsi: Laporan Kegiatan Magang di Inspektorat Kota Mataram

Authors

  • Nopi Andini Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia Author
  • Intan Avosha Aziz Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia Author
  • Malika Apriliani Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia Author
  • Nurul Hidayati Indra Ningsih Universitas Muhammadiyah Mataram, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.59837/tdw8v360

Keywords:

Whistleblowing System, Magang, Inspektorat Kota Mataram, Pengawasan Internal, Antikorupsi

Abstract

Kegiatan magang ini dilaksanakan di Inspektorat Kota Mataram selama periode 29 Januari hingga 13 Maret 2026 sebagai bagian dari program magang mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Mataram. Inspektorat Kota Mataram sebagai lembaga pengawas internal memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Mataram. Selama pelaksanaan magang, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai kegiatan pengawasan, termasuk mengamati implementasi Whistleblowing System (WBS) sebagai mekanisme pelaporan pelanggaran yang memungkinkan pegawai melaporkan dugaan korupsi secara aman dan terlindungi. Tujuan kegiatan magang ini adalah untuk memperoleh pengalaman praktis di bidang pengawasan pemerintahan, memahami mekanisme kerja Inspektorat, serta mengidentifikasi tantangan implementasi WBS dalam mendorongpartisipasi pegawai. Metode kegiatan magang meliputi observasi partisipatif, pencatatan kegiatan harian, pendampingan auditor, serta telaah dokumen dan regulasi yang berlaku. Hasil kegiatan magang menunjukkan bahwa WBS di Inspektorat Kota Mataram telah tersedia secara regulasi dan infrastruktur dasar, namun tingkat partisipasi pegawai dalam menggunakannya masih rendah akibat minimnya sosialisasi, rendahnya kepercayaan terhadap kerahasiaan identitas pelapor, serta budaya organisasi yang kurang kondusif. Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mendalam mengenai mekanisme pengawasan internal pemerintah dan pentingnya WBS sebagai instrumen antikorupsi di Pemkot Mataram.

References

Ahmad, S. A., Smith, M., & Ismail, Z. (2022). Organizational ethical climate and whistleblowing intention: The moderating role of perceived organizational support. Journal of Business Ethics, 180(2), 345–361. https://doi.org/10.1007/s10551-021-04823-7.

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Andhika, M. M., Ariani, M., & Budiarto, B. (2025). Pengaruh budaya organisasi terhadap efektivitas whistleblowing system dalam pencegahan fraud. Jurnal Manajemen dan Akuntansi, 12(1), 45–58.

Dimitrova, I., Öhman, P., & Yazdanfar, D. (2022). Barriers to bank customers’ intention to fully adopt digital payment methods. International Journal of Quality and Service Sciences, 14(3), 345–360. https://doi.org/10.1108/IJQSS-03-2021-0045

El Firdausy, M., Rahmawati, D., & Nugroho, A. (2026). Evaluasi implementasi whistleblowing system pada sektor publik. Jurnal Akuntansi dan Governance, 5(1), 12–25.

Latan, H., Ringle, C. M., & Jabbour, C. J. C. (2018). Whistleblowing intentions among public accountants in Indonesia: Testing for the moderation effects. Journal of Business Ethics, 152(2), 573–588. https://doi.org/10.1007/s10551-016-3318-0

Maiviza, R. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat whistleblowing pada sektor publik. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 10(2), 101–115.

Miceli, M. P., Near, J. P., & Dworkin, T. M. (2008). Whistle-blowing in organizations. Routledge.

Muhyidin, A. (2025). Implementasi whistleblowing system dalam meningkatkan akuntabilitas pemerintah daerah. Jurnal Administrasi Publik, 8(1), 55–70.

Near, J. P., & Miceli, M. P. (1985). Organizational dissidence: The case of whistle-blowing. Journal of Business Ethics, 4(1), 1–16. https://doi.org/10.1007/BF00382668

Park, H., & Blenkinsopp, J. (2009). Whistleblowing as planned behavior: A survey of South Korean police officers. Journal of Business Ethics, 85(4), 545–556. https://doi.org/10.1007/s10551-008-9788-y

Pemerintah Kota Mataram. (2019). Peraturan Walikota Mataram Nomor 33 Tahun 2019 tentang Sistem Pelaporan dan Penanganan Pelanggaran.

Putri, N. A. (2024). Peran whistleblowing system dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sektor publik. Eduvest: Journal of Universal Studies, 4(2), 210–225.

Sari, R. (2024). The effect of whistleblowing system, organizational culture, and internal control on fraud prevention in public sector institutions. Jurnal Akuntansi dan Audit Indonesia, 28(1), 45–58. https://doi.org/10.20885/jaai.vol28.iss1.art4

Transparency International. (2023). Corruption perceptions index 2023. https://www.transparency.org

Downloads

Published

2026-06-12

Issue

Section

Articles

How to Cite

Implementasi Whistleblowing System (WBS) Sebagai Upaya Pencegahan Korupsi: Laporan Kegiatan Magang di Inspektorat Kota Mataram. (2026). Jurnal Pengabdian Sosial, 3(8), 778-785. https://doi.org/10.59837/tdw8v360